TersenyumLah .. ^_^

BersyukurLah dillahirkan sebagai wanita dengan segala kelebihan yang anda punya.

Namun, tak memungkiri, terkadang masih saja wanita kehilangan kepercayaan diri dan merasa menjadi masyarakat nomor dua.

 

Hey, ladies..

Mengapa harus merasa menjadi sosok kecil padahal Anda memiliki banyak kelebihan???

Semoga 10 kalimat ini akan memberi inspirasi dan semangat lebih untuk Anda Ciptaan Tuhan yang paling disayangiNya…

 

1. “There is no such things as an ugly woman.” – >> Vincent Van Gogh

Tak ada wanita yang tidak cantik, semua wanita itu cantik. Memiliki kulit berwarna gelap, cerah, kuning langsat, apapun warna kulit Anda, Anda itu cantik..!!!! Tak perlu harus tak percaya diri hanya karena memiliki kulit hitam manis atau sawo matang. Kulit putih itu bukan syarat seorang wanita disebut cantik. OK. 🙂

 

2. “Every girl should use what Mother Nature gave her before Father Time takes it away.” – >> Laurence J Peter

Berhentilah mengeluh dengan apa yang Anda miliki saat ini. Rawat dan percantik diri dengan cara-cara yang positif. Bukan juga dengan mengeluh dan tidak melakukan apa-apa. Tanpa Anda Lelaki tak ada apa-apanya. 🙂

 

3. “The rarest thing in the world is a woman who is pleased with photographs of herself.” – >> Elizabeth Metcalf

Satu permasalahan yang sama yang dimiliki hampir seluruh wanita, mereka jarang percaya diri dan menyukai foto mereka. Tak hanya terjadi pada Anda kok, bahkan para selebriti dan model yang memiliki tubuh indahpun seringkali tak percaya diri.Be your self. =)

 

4. “A smile is a light in the window of the soul indicating that the heart is at home.” – >> Anonymous

Senyuman adalah jendela hati. Wajah yang cantik akan semakin sempurna dan menarik dengan senyuman. Bagi pria, senyuman seorang wanita ini bagaikan candu, yang membuat rindu dan jatuh cinta setiap saat. Benar, lho. Jadi bukan karena efek make-up Anda, tetapi murni karena senyuman. I miss your smiLe. 🙂

 

5. “Beauty, in projection and perceiving is 99.9% attitude.” – >> Grey Livingston

Memiliki fisik yang indah dan ideal saja tak cukup untuk disebut cantik. Karena kecantikan terpancar lewat sikap kita.

 

6. “My lips is big, but my talent is bigger” – >> Fantasia Barrino

Bahwa wanita dianggap sebagai rantai gosip dan berita, hmmm mungkin itu benar. Dan apa yang seringkali dikatakan oleh wanita dianggap sebagai omong kosong, itu juga benar. Namun, percayalah bahwa sebenarnya kelebihan yang kita miliki jauh lebih besar ketimbang omongan semata. Buktikan, ladies..!!! =)

 

7. “A woman is like a tea bag. You never know how strong she is until she gets into hot water.” – >> Eleanor Roosevelt

Sekalipun sering disepelekan dan dipandang sebelah mata, kita tak boleh menyerah begitu saja. Tunjukkan kemampuan yang kita miliki, karena sebenarnya wanita dan pria sejajar kok. Wanita juga BISA.. 🙂

 

8. “Marriage is not about age; it’s about finding the right person.” – >> Sophia Bush

Anda yang seringkali terganggu dengan pertanyaan “kapan kawin?” ingatlah selalu kalimat di atas ini. Ingatlah selalu bahwa menikah bukanlah perkara usia, namun bagaimana menemukan sosok yang nyaman dan bisa mendampingi kita seumur hidup. Satu untuk seLamanya. 🙂

 

9. “You have to forgive to forget, and forget, to feel again.” – >> Anonymous

Ketahuilah bahwa berulang kali Anda akan mengalami patah hati yang sama, dilukai, diabaikan, tak diperhatikan, diduakan bahkan ditinggalkan. Tetapi, jangan sampai hal itu menghalangi langkah Anda untuk menemukan cinta yang baru. Jangan sampai membuat Anda takut untuk mencintai orang yang baru di dalam hidup Anda, karena sepanjang hidup tugas kita adalah mencintai. Yakinlah semuanya akan indah pada waktunya. =)

 

10. “If someone you love hurts you cry a river, build a bridge, and get over it.” – >> Anonymous

Apabila seseorang yang Anda cintai melukai dan mengecewakan diri Anda. Maafkan dan melangkahlah. Jangan tinggal di dalam masa lalu dan membiarkan diri Anda terpuruk di dalamnya. Karena anda akan mendapatkan yang Lebih baik. 🙂

KEBIASAAN MAKANAN DAN CARA MEMAKAN PADA LARVA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V)

KEBIASAAN MAKANAN DAN CARA MEMAKAN PADA LARVA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V)

 

PENDAHULUAN

Jumlah populasi ikan dalam suatu perairan biasanya ditentukan oleh pakan yang ada. Beberapa faktor yang berhubungan dengan populasi tersebut,yaitu jumlah dan kualitas pakan yang tersedia dan mudah didapatnya pakan tersebut (Effendi 1997). Benih ikan yang baru mencari makan, pakan utamanya  adalah plankton nabati (fitoplankton) namun sejalan dengan bertambah besarnya ikan berubah pula makanannya (Mudjiman 1989). Ikan yang mampu menyesuaikan diri ditinjau dari segi makanan adalah jenis ikan yang mampu memanfaatkan makanan yang tersedia dan bersifat generalis dalam memanfaatkan makanan alami, sehingga ikan tersebut mampu menyesuaikan diri terhadap fluktuasi kesediaan makanan alami (Tjahjo, 1998).

Pengelompokan ikan berdasarkan kepada bermacam-macam makanan yang  dimakan, ikan dapat dibagi menjadi euryphagic yaitu ikan pemakan bermacam-macam makanan, stenophagic yaitu ikan pemakan makanan yang macamnya sedikit dan monophagic yaitu ikan yang makanannya terdiri dari atas satu macam makanan saja (Effendie, 1997).

Studi tabiat kebiasaan makanan ikan ialah menentukan gizi alamiah ikan itu, sehingga dapat dilihat hubungan di antara organisme di perairan tersebut, misalnya bentuk-bentuk pemangsaan, saingan dan rantai makanan. Sehingga makanan dapat merupakan faktor yang menentukan bagi populasi, pertumbuhan dan kondisi ikan, sedangkan macam makanan satu jenis ikan biasanya bergantung kepada umur, tempat dan waktu. Kebiasaan makanan dapat berbeda dengan waktu lainnya walaupun pengambilan dilakukan pada tempat yang sama. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan suasana lingkungannya.

 

IKAN NILEM

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan ikan herbivore, yaitu memakan makanan yang berupa makanan nabati, antara lain yaitu alga filamen dan plankton lainnya. Kebiasaan makanan  ikan  (food  habits)  adalah  kuantitas  dan kualitas makanan yang dimakan oleh ikan, sedangkan kebiasaan cara memakan (feeding habits) adalah waktu, tempat dan caranya makanan itu didapatkan oleh ikan. Kebiasaan makanan dan cara memakan ikan secara alami bergantung pada lingkungan tempat ikan itu hidup. Tujuan mempelajari kebiasaan makanan (food habits) ikan dimaksudkan untuk mengetahui pakan yang dimakan oleh setiap jenis ikan.

Ikan nilem merupakan ikan air tawar yang banyak terdapat diperairan umum terutama diperairan mengalir atau agak tergenang serta kaya akan oksigen terlarut. Ikan nilem mempunyai bentuk tubuh pipih, mulut dapat disembulkan, posisi mulut terletak diujung (terminal), sedangkan posisi sirip terletak di belakang sirip dada (abdominan).

Ikan nilem tergolong ikan bersisik lingkaran (silkoid), rahang atas sama pajang atau lebih pajang dari diameter mata. Permulaan sirip punggung berhadapan dengan sisik garis ke-8 sampai garis rusuk ke-10, bentuk sirip dubur agak tegak. Sisirp perut tidak mencapai dubur (Saanin, 1980). Saanin (1984) menyatakan bahwa cirri-ciri ikan nilem adalah badan memajang, pipih kesamping kompres. Panjang baku 2,5 sampai 3 kali tinggi badan. Mulut dapat disambulkan dengan bibir berkerut. Sungut ada dua pasang, permukaan sirip punggung terletak dibelakang permulaan sirip dada. Sisik pada Linea Lteralis (LL) 33-36 buah. Sirip ekor bercagak kedalam.

 

KEBIASAAN MAKAN

Kebiasaan makanan ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan ikan pemakan fitoplankton dan detritus. Makanan alami lainnya biasanya berupa plankton, baik fitoplankton atau zooplankton, kelompok cacing, tumbuhan air, organisme bentos dan ikan maupun organisme lain yang berukuran lebih kecil daripada organisme yang dipelihara. Pencernaan makanan pada ikan adalah suatu proses tentang pakan yang dicerna kemudian dihaluskan menjadi molekul-molekul atau butiran-butiran mikro (lemak) yang sesuai untuk diabsorpsi melalui dinding gastrointestinal ke dalam aliran darah (Zonneveld dkk. 1991).

Sistem pencernaan pada ikan menyangkut saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Ikan herbivora panjang total ususnya melebihi panjang total badannya. Panjangnya dapat mencapai lima kali panjang total badannya, sedangkan panjang usus ikan karnivora lebih pendek dari panjang total badannya dan panjang total ikan omnivora hanya sedikit lebih panjang dari total badannya. Secara ekologis pengelompokan makanan alami sebagai plankton, nekton, benthos, perifiton, epifiton dan neuston, di dalam perairan akan membentuk suatu rantai makanan dan jaringan makanan (Mudjiman 1989).

Menurut Goldman dan Horne (1983), produksi ikan dan biomassa ikan ditentukan oleh kualitas dan produktivitas plankton dan bentos yang dimanfaatkan sebagai pakan, bukan ditentukan oleh biomassa total kedua jenis pakan tersebut.

 

PEMELIHARAAN LARVA

Kendala utama yang dihadapi dalam memproduksi benih ikan pada umumnya adalah tingkat kematian yang tinggi pada stadia awal larva. Tingkat kematian yang tinggi ini terjadi pada saat larva berumur 4-5 hari dimana pada saat itu larva berada pada stadia kritis yakni ketika kuning dan butir minyak sebagai sumber energy telah terserap habis, sementara larva belum mampu memanfaatkan pakan dari luar. Ketidakmampuan larva memanfaatkan pakan dari luar antara lain karena bukaan mulutnya yang relative kecil dan organ pencernaannya belum terbentuk secara sempurna.

Pemeliharaan larva setelah menetas, larva siap diberi pakan dengan nauvilii artemia setelah berumur 3-4 hari, frekuensi pemberiannya setiap 4 jam. Pemberian artemia berlangsung selama 5 hari setelah itu ikan bias diberikan pakan buatan berbentuk tepung halus. Lama pemeliharaan dalam akuarium adalah 15 hari, setelah itu benih/kebul ikan didederkan kekolam pendederan yang sudah dilakukan persiapan pemupukan, dosis pupuk TSP dan Urea masing-masing 10 g/m3 dan pupuk kandang 200 g/m3, setelah satu bulan dilakukan pemupukan susulan sebanyak ½ dosis dari pemupukan, selama pemeliharaan benih ikan diberi pakan buatan sebanyak 4% dari bobot biomassa. Pendederan ini berlangsung selama 3 bulan, biasanya dicapai ukuran benih 5-7 cm atau sekitar 5 gram dan siap dipanen.

Untuk meningkatkan produksi benih, telah diujicoba perbedaan kedalaman kolam pendederan untuk memperoleh benih ukuran ngeramo”, lama waktu pemeliharaan 85 hari, serta dilakukan persiapan kolam dengan pemupukan. Ikan nilem merupakan jenis ikan pemakan plankton atau plankton feeder, walaupun pada pengamatan saluran pencernaan terdapat sisik ikan, sebagian besar isi saluran pencernaan ikan nilem adalah plankton.

Sistem pencernaan pada ikan di mulai dari oesophagus yang sangat pendek, karena hampir ronga mulut langsung menuju ke lambung atau intestine ventriculus melengkung seperti huruf U, dan dibedakan menjadi 2 yaitu pars cardiaca yang lebar dan pars pylorica yang sempit. Pada bangsa ikan sangat berliku dan hampir memenuhi rongga perut, dan bermuara ke anus. Hepar terdiri atas dua lobi, vesca fellea dari hepar menuju ductus hepaicus kemudian bersatu dengan ductus cyticus menjadi ductus choledocus yang bermuara ke duodenum. Adapun yang dihubungkan dengan peritoneum ke tundus ventriculli. Osteochilus hasselti mempunyai hati dan pankreas yang sulit dibedakan sehingga disebut hepatopankreas (Radiopoetro, 1988).Ginjal yang gilik yang terletak antara vesica pneumatica dengan tulang vertebrae. Cairan yang mengandung sisa-sisa persenyawaan nitrogen dan hidrogen diambil dari darah dalam ginjal akan ditampung ke dalam vesica urinaria melalui ureter (Jasin,1989). Hasil pemanenan ini benih diolah menjadi snek ikan/babyfish atau dibesarkan ke kolam pembesaran.

 

KESIMPULAN

Ikan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan ikan herbivore, yaitu memakan makanan yang berupa makanan nabati, antara lain yaitu alga filamen dan plankton lainnya.

Pemeliharaan larva setelah menetas, larva siap diberi pakan dengan nauvilii artemia setelah berumur 3-4 hari dengan frekuensi pemberiannya setiap 4 jam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Taofiqurohman, A. dkk. 2007. Studi Kebiasaan Makanan Ikan (food Habit) Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Di Tarogong Kabupaten Garut. Laporan Penelitian Peneliti Muda (LITMUD) UNPAD. Universitas Padjajaran. Bandung

Subagja, J. dkk. 2006. Pelestarian Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti C.V) Melalui Teknologi Pembenihannya. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar. Bogor

Anhar, M. dkk. 2008. Cara Makan dan Kebiasaan Makan Inak Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti). Program Kreativitas Mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Bogor

Wijaya, R. . . . . . Penggunaan Multi Asam Amino Esensial Sebagai Eko-Nutrien Pada Pemeliharaan Larva Ikan Nilem (Osteochillus hasselti C. V.). Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Sains dan Teknik. Purwokerto

SebeLum Semuanya TerLambat..

Bagi yg sudah pernah baca, luangkan waktu untuk baca sekali lagi. Ini adalah cerita sebenarnya ( diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang )

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat..

 

Nilai sebuah cinta.

Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama.

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari, tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :”Mari,kita jemput nenek di kampung”.

Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah.

Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:”Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?” Aku menjelaskannya kepada nenek:”Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira.”Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: “Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga.”

Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan, dia selalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras. Suamiku memencet hidungku sambil berkata:”Putriku, kan kamu bisa berbohong. Jangan katakan harga yang sebenarnya.” Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik. Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya. Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur. Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masuk ke kamar sambil membanting pintu dan menangis. Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah. “Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata: “Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?”. Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:”Lu di, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku. Dan dia akhirnya berkata:”Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi. “Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua. Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.

Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah. Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata: “Lu Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter.”Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi….. mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dengan wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku menatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya. Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung. “Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku. Sambil menangis aku menjerit dalam hati:”Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?” Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.

Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika…….. ….dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat. Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jangtungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian. Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi….. …., semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah. “Suatu hari pulang kerja, aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu. 2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya: ” Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya”. Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.

Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya. “” Lu Di, kamu hamil?””  Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg mengalir keluar dengan derasnya. Aku menjawab:””Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi””. Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali. “Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata: “Maafkan aku, maafkan aku”. Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.

 

Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup.

Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa…….. , itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku akan lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami.

“Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku. Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah. “””Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun-tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai””.

Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku.

“”Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya””.

Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: “Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya”. Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum… ……… ..anak itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata…….. ……… ….

Segalanya telah terlambat…

 

Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini :

“Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati. Siapa tau apa yg akan terjadi besok?

Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.

LUNAS …

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”

Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apapun.” “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, ”Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada Anda.”

Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Semua dokter di kota itu sudah turun tangan sekuat tenaga. Namun malang bagi wanita tersebut para dokter sudah tidak sanggup menanganinya dan pasrah kepada Tuhan.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.

Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.

Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh !!. dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.

dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi…

“Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu…” tertanda, dr. Howard Kelly.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa, “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

Laporan Praktikum Endokrinologi

TUGAS

LAPORAN PRAKTIKUM ENDOKRINOLOGI

TOPOGRAFI, MORFOLOGI DAN HISTOLOGI KELENJAR ENDOKRIN

(Ikan Nilem dan Ayam Potong)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diajukan Guna Melengkapi Salah Satu Persyaratan Mata Kuliah

Endokrinologi

 

Disusun Oleh :

ANDI MUHAMMAD ISMAIL

P2BA11043

 

 

 

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMASN

PURWOKERTO

2012

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Sebagian besar wilayah dunia terdiri atas air. Ikan adalah salah satu hewan vertebrata yang hidup di air. Ikan bernapas dengan menggunakan insang, tetapi ada beberapa jenis ikan yang bernapas menggunakan paru-paru. Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Ikan adalah organisme vertebrata yang hidup atau habitatnya berada di air, baik air tawar, air payau, maupun air laut (air asin). Ikan merupakan salah satu organisme vertebrata yang hidup atau habitatnya berada di air baik air tawar, air payau maupun air laut.Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan merupakan salah satu sumber protein bagi manusia, antara lain ikan Nilem (Osteocillus hasselti), dan masyarakat Jawa mengenalnya dengan sebutan ikan wader. Protein yang berasal dari ikan merupakan 1/5 dari protein hewani yang dihasilkan dari seluruh dunia. Daging ikan mengandung 13-20% protein. Lemak ikan banyak mengandung asam lemak tak jenuh.

Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk luar suatu organisme. Bentuk luar dari organisme ini merupakan salah satu ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari organisme. Adapun yang dimaksud dengan bentuk luar organisme ini adalah bentuk tubuh, termasuk di dalamnya warna tubuh yang kelihatan dari luar. Pada dasarnya bentuk luar dari ikan dan berbagai jenis hewan air lainnya mulai dari lahir hingga ikan tersebut tua dapat berubah-ubah, terutama pada ikan dan hewan air lainnya yang mengalami metamorfosis dan mengalami proses adaptasi terhadap lingkungan (habitat). Namun demikian pada sebagian besar ikan bentuk tubuhnya relatif tetap, sehingga kalaupun terjadi perubahan, perubahan bentuk tubuhnya relatif sangat sedikit.

Lebih dari sejuta spesies hewan masih hidup saat ini, dan terdapat kemungkinan bahwa setidaknya sejuta organisme baru akan diidentifikasi oleh generasi ahli biologi masa depan. Hewan dikelompokkan ke dalam sekitar 35 filum, namun jumlah sebenarnya tergantung pada perbedaan pandangan para ahli sistematika. Hewan menempati hampir semua lingkungan di bumi, tetapi anggota terbanyak sebagian besar filum adalah spesies akuatik. Lautan yang kemungkinan merupakan tempat asal mula jenis-jenis hewan pertama, masih merupakan rumah bagi sejumlah besar filum hewan. Fauna air tawar sangatlah banyak tetapi tidak sekaya keanekaragaman fauna laut (Campbell et. al., 2004).

Hewan yang tidak memiliki tulang belakang digolongkan ke dalam hewan avertebrata. Di dalam dunia hewan diketahui bahwa hewan avertebrata dibedakan atas dua golongan yaitu hewan yang bersel tunggal dan hewan yang bersel banyak. Kecuali hewan yang termasuk Filum Protozoa, maka sisanya adalah hewan bersel banyak (Suhardi, 1983).

 

1.2  Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan praktikum ini adalah :

  1. Untuk mengamati dan mengetahui topografi, morfologi dan histology kelenjar endokrin pada ikan Nilem.
  2. Untuk mengamati dan mengetahui topografi, morfologi dan histology kelenjar endokrin pada ayam potong.

 

1.3  Manfaat

  1. Dapat mengetahui topografi, morfologi dan histology kelenjar endokrin pada ikan Nilem.
  2. Dapat mengetahui topografi, morfologi dan histology kelenjar endokrin pada ayam potong.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Kelenjar endokrin ialah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan untuk mengalirkan hasil getahnya (segrete) keluar dari kelenjar. Oleh karena itu kelenjar endokrin biasa juga disebut kelenjar buntu. Getah yang dihasilkan oleh kelenjar ini disebut hormon, dan hormon ini langsung masuk ke dalam peredaran darah atau limf, atau cairan badan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan akan mempengaruhi organ-organ sasaran pada organismee. Kelenjar endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang lebih tinggi tingkatannya. Namun, ikan memiliki beberapa jaringan endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi, misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin yang membantu dalam proses osmoregulasi.

Kerja hormon menyerupai kerja saraf, yaitu mengontrol dan mengatur keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. Namun, kontrol kerja saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein, peptida, atau derivat dari asam-asam amino, dan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad, korteks ardenal) berupa steroid. Hormon adalah suatu zat kimia (polypeptide) yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar hormon. Hormon ini berfungsi dalam mengatur/mempengaruhi organ-organ supaya bekerja. Misalnya dalam hal pematangan sel-sel kelamin, metabolisme, tingkah laku reproduksi, petumbuhan dan lain-lain.

Kelenjar hormon/endokrin pada ikan mencakup sistem yang mirip dngan vertebrata yang lebih tinggi tingkatannya, tetapi beberapa jaringan endokrin tidak membentuk jaringan tersendiri pada ikan, dan tempat (kedudukan) jaringan-jaringan ini mungkin berbeda dengan tempat kelenjar pada vertebrata tingkat tinggi. Ikan Nilem habitat aslinya di daerah beriklim sedang dengan suhu berkisar 18-28 ºC. Ikan Nilem hidup di tempat-tempat yang dangkal dengan arus yang tidak begitu deras, seperti danau, sungai, rawa, dan genangan-genangan air. Ikan ini mudah berkembang biak menurut aturan air mengalir. Ikan ini memakan planton dan peripyton (jasad yang menempel pada tanaman air). Ikan ini dapat bereproduksi pada usia kira-kira 9 bulan. Induk dari ikan Nilem yang dapat dipelihara di kolam berusia satu sampai dua tahun selang waktu memijahan tiga sampai empat bulan sekali.

Morfologi antara ikan Nilem jantan dan betina mempunyai perbedaan. Ikan Nilem betina bentuknya membulat, kurang gesit, bagian operculum halus, perut mengembang ke arah samping dan ke arah lubang pelepasan serta mempunyai gonad yang berwarna kuning. Ikan Nilem jantan perutnya lebih ramping, lebih gesit bagian pipih kasar, perut mengembang, dan gonadnya berwarna putih susu. Osteochillus hasselti digunakan untuk praktikum untuk mewakili class pisces. Osteochillus hasselti dipilih karena selain mudah didapat, juga murah harganya. Osteochillus hasselti mempunyai organ-organ penyusun yang lengkap dan jelas sehingga mudah diamati struktur tubuhnya.

Ikan nilem atau Silver Shark minnow  Familia Cyprinidae, Genus Osteochilus, Species Osteochilus hasselti (Val) mempunyai ciri morfologi  antara lain bentuk tubuh hampir serupa dengan ikan mas. Bedanya, kepala ikan nilem relatif lebih kecil. Pada sudut-sudut mulutnya, terdapat dua pasang sungut peraba. Warna tubuhnya hijau abu-abu. Sirip punggung memiliki 3 jari-jari keras dan 12-18 jari-jari lunak. Sirip ekor berbentuk cagak dan simetris. Sirip dubur disokong oleh 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak. Sirip perut disokong oleh 1 jari-jari keras dan 8 jari-jari lunak. Sirip dada terdiri dari 1 jari-jari keras dan 13-15 jari-jari lunak. Jumlah sisik pada gurat sisi ada 33-36 keping. Dekat sudut rahang atas ada 2 pasang sungut peraba

Ikan ini terdapat di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Pada umumnya, ikan nilem dapat dipelihara pada daerah dengan ketinggian sekitar 150-800 m dpl.

Klasifikasi ikan nilem (Osteochilus hasselti) menurut Saanin (1987) adalah sebagai berikut :

Phylum : Chordata

Subphylum : Vertebrata

Classis : Pisces

Subclassis : Teleostei

Ordo : Ostariophysi

Sub Ordo : Cyprinoidae

Familia : Cyprinidae

Sub familia : Cyprininae

Genus : Ostechilus

Spesies : Osteochilus hasselti

Sistem pencernaan pada ikan di mulai dari oesophagus yang sangat pendek, karena hampir ronga mulut langsung menuju ke lambung atau intestine ventriculus melengkung seperti huruf U, dan dibedakan menjadi 2 yaitu pars cardiaca yang lebar dan pars pylorica yang sempit. Pada bangsa ikan sangat berliku dan hampir memenuhi rongga perut, dan bermuara ke anus. Hepar terdiri atas dua lobi, vesca fellea dari hepar menuju ductus hepaicus kemudian bersatu dengan ductus cyticus menjadi ductus choledocus yang bermuara ke duodenum. Adapun yang dihubungkan dengan peritoneum ke tundus ventriculli. Osteochilus hasselti mempunyai hati dan pankreas yang sulit dibedakan sehingga disebut hepatopankreas (Radiopoetro, 1988).Ginjal yang gilik yang terletak antara vesica pneumatica dengan tulang vertebrae. Cairan yang mengandung sisa-sisa persenyawaan nitrogen dan hidrogen diambil dari darah dalam ginjal akan ditampung ke dalam vesica urinaria melalui ureter (Jasin,1989).

Sistem pernapasan dilakukan oleh insang yang terdapat dalam 4 pasang kantong insang yang terletak disebelah pharynk di bawah operculum. Waktu bernapas operculum menutup lelekat pada dinding tubuh, arcus branchialis mengembang ke arah lateral. Air masuk melalui mulut kemudian kelep mulut menutup, sedangkan arcus branchialis berkontraksi, dengan demikian operculum terangkat terbuka. Air mengalir keluar filamen sehingga darah mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida (Jasin,1989).

Menurut Djuhanda (1982), lengkung insang pada ikan nilem berupa tulang rawan yang sedikit membulat dan merupakan tempat melekatnya filamen-filamen insang. Arteri branchialis dan arteri epibranchialis terdapat pada lengkung insang di bagian basal pada kedua filamen insang pada bagian basalnya. Tapis insang berupa sepasang deretan batang-batang rawan yang pendek dan sedikit bergerigi, melejat pada bagian depan dari lengkung insang. Ikan nilem memiliki gelembung renang untuk menjaga keseimbangan di dalam air.

Sirip adalah suatu perluasan integument (pembungkus tubuh) yang tipis yang disokong oleh jari-jari sirip. Fungsi sirip adalah untuk mempertahankan kesetimbangan dalam air dan untuk berenang. Sirip-sirip pada ikan umumnya ada yang berpasangan dan ada yang tidak. Sirip punggung (dorsal fin), sirip ekor(caudal fin), dan sirip dubur (anal fin) disebut sirip tunggal atau sirip tidak berpasangan. Sirip dada (pectoral fin) dan sirip perut (abdominal fin) disebut sirip berpasangan (Jasin, 1989). Ikan jantan dan ikan betina dapat dibedakan dengan cara memijit bagian perut ke arah anus. Ikan jantan akan mengeluarkan cairan putih susu dari lubang genitalnya. Induk betina yang sudah matang telurnya dicirikan dengan perut yang relatif besar dan lunak bila diraba (Sumantadinata, 1981).

 

 

 

Ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) adalah unggas yang biasa dipelihara orang untuk dimanfaatkan untuk keperluan hidup pemeliharanya. Ayam peliharaan (selanjutnya disingkat “ayam” saja) merupakan keturunan langsung dari salah satu subspesies ayam hutan yang dikenal sebagai ayam hutan merah (Gallus gallus) atau ayam bangkiwa (bankiva fowl). Kawin silang antarras ayam telah menghasilkan ratusan galur unggul atau galur murni dengan bermacam-macam fungsi; yang paling umum adalah ayam potong (untuk dipotong) dan ayam petelur (untuk diambil telurnya). Ayam biasa dapat pula dikawin silang dengan kerabat dekatnya, ayam hutan hijau, yang menghasilkan hibrida mandul yang jantannya dikenal sebagai ayam bekisar.

Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek. Perkelaminan ini diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya, ayam betina dapat berganti kelamin menjadi jantan karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI

 

3.1  ACARA 1. TOPOGRAFI, MORFOLOGI DAN HISTOLOGI  IKAN NILEM

Alat dan bahan :

–          Alat bedah

–          Waskom dan peralatan aerasi

–          Tisu dan kain lap

–          Cawan petri (petri disk)

–          Talenan

–          Baki

–          Tabung (botol penyimpanan awetan hipofisis)

–          Kamera digital

–          Sendok kecil (sejenis spatula)

–          Kertas label

–          Mikroskop

–          Kaca preparat dan objek glass

–          NBF

–          Ethanol 70%

–          Ikan nilem jantan dan betina

 

Cara kerja :

  1. Ambil ikan nilem lalu letakkan diatas talenan, lalu potong bagian kepala secara melintang dan letakkan bagian badan ikan pada baki.
  2. Dengan menggunakan alat bedah, lakukan pengirisan pada bagian kerangka luar kepala ikan.
  3. Angkat bagian otak ikan secara hati-hati menggunakan sendok kecil, lalu ambil hipofisis ikan dan masukkan pada tabung yang sudah berisi larutan NBF dan tubung tersebut.
  4. Untuk mengamati morfologi dan histologi ikan nilem, lakukan pembedahan pada bagian badan ikan, lalu ambil bagian gonada dan ginjalnya, letakkan pada cawan petri dan beri label.
  5. Amati perbedaan antara struktur morfologi pada ikan nilem jantan dan betina dan ambil gambarnya menggunakan kamera digital sebagai dokumentasi.
  6. Untuk mengamati histologinya, iris tipis bagian hipofisa ikan nilem jantan dan betina, lalu letakkan pada kaca preparat, tetesi sedikit air dan tutup dengan objek glass lalu amati bagian-bagiannya (pars distalis, pars intermedia dan pars nervosa) secara teliti.
  7. Ambil gambar sebagai dokumentasi.

 

3.2  ACARA 2. TOPOGRAFI, MORFOLOGI DAN HISTOLOGI AYAM POTONG

Alat dan bahan :

–          Matras

–          Alat bedah

–          Baki

–          Tisu

–          Spuit (jarum suntik)

–          Tabung effendorf

–          Jarum oase

–          Kertas label

–          Alat sentrifugal

–          Frezz

–          Pipet tetes

–          Tabung sentrifuge

–          Kamera digital

 

 

 

Cara kerja :

  1. Letakkan ayam (sudah di ikat kakinya) pada matras, lalu pegang pada bagian badannya, buka bagian sayap kiri atau kanannya lalu cari pembuluh darahnya.
  2. Semprotkan ethanol 70% pada tisu lalu oleskan pada bagian yang akan di ambil sampel darahnya.
  3. Ambil jarum suntik, masukkan tepat menuju pembuluh darah pada bagian sayap ayam. Jarum diatur pada posisi lurus dan sedikit menurun kebawah untuk memudahkan agar darah cepat mengalir ke jarum.
  4. Ambil darah sebanyak-banyaknya, lepas mata jarum, lalu segera masukkan darah pada tabung sentrifugal dan tutup tabung.
  5. Agar sel darah tidak lisis, tabung segera dimasukkan pada frezz (temperature 6-8oC) dan di inkubasi selama 17 jam.
  6. Keluarkan tabung dari frezz, letakkan pada rak tabung.
  7. Sampel darah yang sudah memadat dilonggarkan dengan cara menusuk darah dengan jarum ose sterilkan jarum ose yang sudah disterilkan dengan ethanol 70% pada bagian sisi-sisinya dan diputar searah.
  8. Isi tabung lain dengan air biasa sesuai dengan ukuran dan volume darah sebagai penyeimbang pada saat dimasukkan kedalam alat sentrifuga dan disentrifuge.
  9. Tabung kemudian diletakkan pada alat sentrifuge dan disentrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit. Ukur dan catat volume darah sebelum dimasukkan tabung sentrifugal.
  10. Sentrifugasi menghasilkan supernatan yang kemudian dipindahkan ke tabung effendorf menggunakan pipet tetes. Ukur dan catat volume supernatan tersebut dan beri label kelompok praktikan.
  11. Amati warna dari masing-masing supernatan, warna supernatan yang baik adalah kuning bening.
  12. Masukkan tabung effendorf dalam frezz atau chiller untuk penyimpanan.

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1 Topografi, morfologi dan histology pada ikan nilem

Berdasarkan hasil pengamatan pada kegiatan pertama, yang dilakukan dengan membedah ikan nilem maka dapat diamati bahwa morfologi ikan nilem yaitu memiliki bentuk tubuh yang pipih ke arah vertikal dengan profil empat persegi panjang ke arah antero posterior. Posisi mulut terletak di ujung hidung (terminal).  Adapun morfologi ikan nilem secara umum, terdiri dari:

  1. Caput (kepala), terdiri dari:
    1. Rima oris (celah mulut)
    2. Fovea nasalis (cekung hidung)
    3. Organon visus (alat penglihat)
    4. Apparatus opercularis (tutup insang)
  2. Tructus (badan)
    1. Squama (sisik)
    2. Gurat sisi
    3. Sirip dada
    4. Sirip perut
    5. Anus
    6. Sirip belakang
    7. Sirip punggung
  3. Cauda (ekor)
    1. Sirip ekor

Ikan nilem adalah salah satu spesies ikan yang masuk dalam famili Cyprinidae, sehingga bentuk tubuh ikan nilem hamper serupa dengan ikan mas, hanya kepalanya relative lebih kecil. Pada sudut-sudut mulutnya terdapat dua pasang sungut-sungut peraba (Djuhanda, 1985). Ciri-cirinya yaitu, pada sudut-sudut mulutnya terdapat dua pasang sungut-sungut peraba Sirip punggung disokong oleh 3 jari-jari keras dan 12 – 18 jari-jari lunak. Sirip ekor bercagak dua, bentuknya simetris. Sirip dubur disokong oleh 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak. Sirip perut disokong oleh 1 jari-jari keras dan jari-jari lunak. Sirip dada disokong oleh 1 jari-jari dan 13 – 15 jari-jari lunak. Jumlah sisik-sisik gurat sisi ada 33 – 36 keping Ikan nilem dapat mencapai panjang tubuh 32 cm. Bedanya, kepala ikan nilem relatif lebih kecil. Bentuk tubuh ikan nilem agak memanjang dan pipih, ujung mulut runcing dengan moncong (rostral) terlipat, serta bintik hitam besar pada ekornya merupakan ciri utama ikan nilem. Ikan ini termasuk kelompok omnivora, makanannya berupa ganggang penempel yang disebut epifiton dan perifiton (Djuhanda, 1985). Sirip punggung disokong oleh 3 jari-jari keras dan 12 – 18 jari-jari lunak. Sirip ekor bercagak dua, bentuknya simetris. Sirip dubur disokong oleh 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak. Sirip perut disokong oleh 1 jari-jari keras dan jari-jari lunak. Sirip dada disokong oleh 1 jari-jari dan 13 – 15 jari-jari lunak. Jumlah sisik-sisik gurat sisi ada 33 – 36 keping  (Djuhanda, 1985).

pembedahan juga dilakukan terhadap kepala ikan untuk mengamati kelenjar hipofisa. Kelenjar hipofisa disebut pula sebagai kelenjar pituitary yang terletak di bawah diencephalon (bagian dari otak). Suatu tangkai yang menghubungkan antara kelenjar ini dengan dienchepalon disebut Infundibulum.  Berdasarkan hasil pengamatan, kelenjar hipofisa dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pars distalis, pars intermedia dan pars nervosa.

Gambar. Hipofisa pada ikan nilem

Setelah melakukan pengamatan morfologi, ikan dibedah menggunakan alat bedah yang telah disediakan. Berdasarkan hasil pembedahan tersebut dapat diamati topografi organ dalam ikan nilem, seperti yang ditunjukkan pada skema berikut

 

Topografi organ visceral ikan nilem

Keterangan:

  1. Hati
  2. Perut
  3. Usus
  4. Jantung
  5. Gelembung renang
  6. Ginjal
  7. Buah pelir
  8. Saluran kencing
  9. Duktus eferen
  10. Kandung kemih
  11. Insang

 

Dalam kegiatan praktikum ini juga dilakukan pengamatan terhadap gonad dan ginjal dari ikan nilem. Gonad (kelenjar biak) ikan jantan disebut testis dan gonad ikan betina disebut Ovarium, yang masing-masing terdapat pada individu yang terpisah, kecuali pada beberapa jenis ikan terdapat pada satu individu dan disebut berkelamin hermaprodit. Baik indung telur maupun testis ikan semuanya terletak pada rongga perut di sebelah kandung kemih dan kanal alimentari. Keadaan gonad ikan sangat menentukan kedewasaan ikan. Kedewasaan ikan meningkat dengan makin meningkatnya fungsi gonad. Pada saat ikan bertelur dan sperma dikeluarkan oleh ikan jantan, pada saat itu pula terjadilah fertilasi di luar tubuh induknya (eksternal) yaitu di dalam air tempat dimana ikan itu berada. Telur ikan yang dibuahi dan menetas dinamakan larva. Larva tersebut mempunyai kuning telur yang masih menempel pada tubuhnya digunakan sebagai cadangan makanan untuk awal kehidupannya.

Ginjal pada ikan terletak diatas rongga perut, dibawah tulang punggung dan aorta dorsalis, sebanyak satu pasang, berwarna merah kecoklatan dan memanjang. Tubuli ginjal dibedakan atas bagian leher, proxima, tengah dan distal bermuara ke saluran pengumpul. Ginjal terbagi atas 2 tipe yaitu tipe pronefros dan mesonefros. Ginjal pronefros adalah yang pling primitf, meski terdapat pada perkembangan embrional sebagian ikan, tetapi saat dewasa tidak fungsional, fungsinya akan dgantikan oleh mosenephros. Ginjal ikan bertipe mesonefros berfungsi seperti opistinefros pada embrio emniota. Kedua tipe ginjal tersebut mirip, perbedaan prinsip adalah kaitanya dengan system peredaran darah, tingkat kompleksitas dan pada efisiensinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar . Letak ginjal pada ikan nilem

Gonad jantan (testis) tergantung pada meserchium, yang terletak di dalam rongga perut di depan gelembung renang. Struktur testis terdiri dari tubulus longitudinalis yang tidak teratur dan sangat banyak. Pada didnding tubulus terdapat cyste seminiferus . Pada dinding syste terdapat sel-sel penghasil sprematogonium yang disebut primodial germ cell. Di sekeliling sel-sel spermatozoa terdapat sel-sel sertoli, yang berfungsi memberi makan (nutrisi) sel bakal spermatzoa, memakan spermatozoa yang mati, memberi cairan tubulus dan diduga berfungsi sebagai kelenjar endokrin. Di luar tubulus terdapat sel leydig sebagai penghasil hormon androgen. Hormon androgen yang paling kuat pengaruhnya adalah hormon testosterone, yang berfungsi menentukan tanda-tanda kelamin jantan, tingkah laku kelamin jantan (seksual behaviour) dan merangsang spermatogenesis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Testis pada ikan nilem

Gonad betina (ovarium) terletak memanjang di dalam rongga perut yang tergantung di bagian atas rongga perut oleh jaringan pengikat disebut Mesovarium. Ovarium umumnya sepasang yang masing-masing berada di kiri dan kanan antara gelembung renang dan usus. Bentuk ovarium pada ikan nilem tidak mempunyai mesovarium, sehingga ovarium langsung melekat pada dinding dorsal rongga perut. Struktur ovarium ikan banyak mengandung bentukan semacam kantong yang disebut foliclle, yang berfungsi sebagai kelenjar endokrin berupa sel-sel granulosa dan sel-sel theca. Sel-sel granulosa berfungsi menghasilkan hormon progestron dan sel-sel theca berfungsi menghasilkan hormon estrogen. Kedua hormon tersebut sangat berperan dalam menentukan tingkah laku ikan betina.

 

 

Gambar. Ovarium pada ikan nilem

Perbandingan Sistem Ekskresi pada Ikan dan Ayam

Sistem Ekskresi Ikan

  • Alat ekskresi ikan berupa sepasang ginjal yang memanjang (opistonefros) dan berwarna kemerah-merahan. Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan mas, saluran ginjal (kemih) menyatu dengan saluran kelenjar kelamin yang disebut saluran urogenital. Saluran urogenital terletak di belakang anus, sedangkan pada beberapa jenis ikan yang lain memiliki kloaka. Karena ikan hidup di air, ikan harus selalu menjaga keseimbangan tekanan osmotiknya.
  • Pada ikan yang bernapas dengan insang, urin dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitalis; dan karbon dioksida dikeluarkan melalui insang. Pada ikan yang bernapas dengan paru-paru, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru; dan urin dikeluarkan melalui kloaka.
  • Mekanisme ekskresi pada ikan yang hidup di air tawar dan air laut berbeda. Ikan yang hidup di air tawar mengeksresikan amonia dan aktif menyerap oksigen melalui insang, serta mengeluarkan urin dalam jumlah yang besar. Sebaliknya, ikan yang hidup di laut akan mengekskresikan amonia melalui urin yang jumlahnya sedikit.

Sistem Ekskresi Ayam

  • Alat ekskresi pada ayam terdiri dari ginjal (metanefros), paru-paru, dan kulit. Ayam memiliki sepasang ginjal yang berwarna cokelat. Saluran ekskresi terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus (kloaka). Ayam mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Kelebihan larutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares (lubang hidung). Ayam hampir tidak memiliki kelenjar kulit, tetapi memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada tunggingnya. Kelenjar minyak berguna untuk meminyaki bulu-bulunya

 

4.2 Topografi, morfologi dan histology pada ayam potong

Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek. Perkelaminan ini diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya, ayam betina dapat berganti kelamin menjadi jantan karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif. Pada ayam terdapat sepasang ginjal multilober yang erat hubungannya dengan kilumna vertebralis dan ilia, terletak pada bagian kaudal dari paru-paru.

Gambar. Letak ginjal, ovary dan kelenjar adrenal pada ayam

 

Klasifikasi ilmiah ayam adalah sebagai berikut :

Kerajaan          : Animalia

Filum               : Chordata

Kelas               : Aves

Ordo                : Galliformes

Genus              : Gallus

Spesies            : G. Gallus

Upaspesies      : G. g. Dometicus

Gambar. Ovari, kelnjar adrenal dan ginjal pada ayam

 

Warnanya kecoklatan dan konsistensinya lunak sehingga mudah rusak pada proses pengeluaran dari tempatnya. Jika dibandingkan dengan ginjal pada ikan, topografi kedua ginjal ini jelas sangatlah berbeda. Hal ini disebabkan oleh bentuk tubuh ikan dan ayam yang sangat berbeda. Bentuk tubuh ikan yang cenderung berbentuk stream line mengakibatkan posisi ginjal melintang tepat di bawah tulang punggung. Perbedaan lainnya, ginjal ayam tidak memiliki vesica urinaria berbeda dengan ginjal ikan yang memiliki vesica urinaria sebab pada ayam urin langsung masuk ke dalam kloaka.

Kegiatan kedua yang dilakukan dalam praktikum ini adalah mengamati serum darah yang diambil dari bagian sayap ayam. Serum merupakan bagian dari cairan tubuh yang bercampur dengan darah. Serum sendiri dapat diartikan sebagai cairan tanda sel darah dan fator koagulasi atao fibrinogen.Serum merupakan juga sebuah plasma darah tanpa adanya fibrinogen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Pengambilan darah pada ayam

Setelah pengambilan darah dilakukan maka darah tersebut disimpan didalam tabung sentrifugal kemudian dibeku dalam frezz. Berdasarkan komponen yang terkandung didalamnya, serum terdiri dari 4 jenis yaitu:

  1. Serum albumin adalah protein dengan jumlah terbanyak di dalam tubuh. Albumin sangat penting demi memelihara tekanan osmosis untuk distribusi fluida tubuh antara intravascular compartment dan jaringan tubuh. Albumin juga berfungsi sebagai pengusung plasma dengan secara tidak langsung mengikat beberapa hormon steroid hydrophobic dan protein pengusung bagi hemin dan asam lemak dalam sirkulasinya.
  2. Serum globulin adalah istilah umum yang digunakan untuk protein yang tidak larut, baik di dalam air maupun di dalam larutan garam konsentrasi tinggi, tetapi larut dalam larutan garam konsentrasi sedang. Globulin mempunyai rasio 35% dari protein plasma, berguna untuk sirkulasi ion, hormon dan asam lemak dalam sistem kekebalan. Beberapa jenis globulin mengikat hemoglobin, beberapa yang lain mengusung zat besi, berfungsi untuk melawan infeksi, dan bertindak sebagai faktor koagulasi.
  3. Serum lipoprotein adalah senyawa biokimiawi yang mengandung protein dan lemak. Lipoprotein dapat berbentuk enzim, transporter, protein struktural, antigen, adesin, toksin, high density lipoprotein dan low density lipoprotein yang memungkinkan lemak terusung di dalam darah, dan protein transmembran yang terdapat pada mitokondria (terdapat juga pada kloroplas tanaman), serta lipoprotein bakterial.
  4. Serum wewenang (Regulatory protein) yang hanya berjumlah 1% dari protein plasma, terdiri dari enzim, proenzim dan hormon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Penyimpanan sserum darah dalam tabung sentrifugal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. Sentrifuger

Berdasarkan hasil pengamatan, hasil dari sentrifuge supernatant darah yang diperoleh menunjukkan bahwa serum darah yang diperoleh ada yang berwarna kuning dan ada yang berwarna merah. Sesuai dengan panduan, supernatant yang baik adalah supernatant yang berwarna kuning. Diperolehnya supernatant yang berwarna merah kemungkinan terdapat kesalahan pada langkah kerja sehingga masih terdapat sel darah pada serum yang diamati yang mengakibatkan timbulnya warna merah pada supernatant.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

 

  1. Gonad jantan (testis) tergantung pada meserchium, yang terletak di dalam rongga perut di depan gelembung renang, berfungsi memproduksi sperma (spermatogenesis) dan hormon reproduksi. Sedangkan gonad betina (ovarium) terletak memanjang di dalam rongga perut yang tergantung di bagian atas rongga perut oleh jaringan pengikat disebut mesovarium, berfungsi menghasilkan ovum dan hormon reproduksi.
  2. Ginjal ikan nilem terletak di atas rongga perut, di luar peritonium, di bawah tulang punggung dan aorta dorsalis sedangkan ginjal ayam terdapat sepasang ginjal multilober yang erat hubungannya dengan kilumna vertebralis dan ilia, terletak pada bagian kaudal dari paru-paru. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan bentuk tubuh.
  3. Kelenjar hipofisa disebut pula sebagai kelenjar pituitary yang terletak di bawah diencephalon. Kelenjar hipofisa dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pars distalis, pars intermedia dan pars nervosa.
  4. Serum merupakan plasma darah yang tidak mengandung fibrinogen. Serum darah ayam yang berwarna kuning bening terjadi akibat adanya reaksi pemisahan antara hemoglobin dalam darah yang telah dibekukan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hernawati. 2008. Bahan Kulian Struktur Hewan. Jurusan Pendidikan Biologi. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung

http://mink-biologi.blogspot.com/2010/03/morfologi-ikan-nilem.html

http://aepcute.blogspot.com/2011/02/anatomi-ikan-nilem-osteochillus.html

http://aepcute.blogspot.com/2011/04/pengenalan-hewan-avertebrata-dan.html

http://dc345.4shared.com/doc/QbDTAUjA/preview.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan

http://id.wikipedia.org/wiki/Ayam

http://ksaundip.multiply.com/journal?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal

http://www.scribd.com/novrita/d/48952782-GINJAL-IKAN-polos

http://id.wikipedia.org/wiki/Ayam

http://biologigonz.blogspot.com/2011/05/variasi-ginjal-hewan.html

Dewi, Kartika dan Soeminto. 2005. Pertumbuhan Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti C. V) Ginogenesis Sampai Umur 30 Hari Serta Tingkat Perkembangan Gonad Yang Telah DIcapai. Jurnal Iktiologi Indonesia, Volume 5-2. Universitas Soedirman. Purwokerto

Slamet, Adeng. 2007. Zoologi Vertebrata. UNIVERSITAS SRIWIJAYA: Indralaya

 

Poliploidisasi

POLIPLOIDISASI

 

Pendahuluan

Saat ini banyak tanaman pertanian seperti, padi, jagung, kapas memiliki jumlah kromosom lebih dari 2 (dua). Tanaman yang seperti ini disebut tanaman yang bersifat polyploid. Banyak hal-hal yang dapat membuat hal ini bisa terjadi pada tanaman, bisa secara alami yaitu karena kehidupan tanaman banyak dipengaruhi oleh kejadian-kejadian alam. Kejadian-kejadian alam tersebut bisa saja seperti, suhu yang amat rendah, suhu yang amat tinggi, banjir, petir. Selain terjadi secara alami, penggandaan kromosom ini dapat juga dilakukan dengan cara buatan yang mana salah satunya dengan menggunakan cairan colchisine.

Sel-sel somatik pada suatu tanaman biasanya bersifat diploid (2n) dimana masing-masing memiliki genom dan jumlah kromosom yang tertentu. Dengan demikian sel-sel somatik tiap spesies tanaman itu sudah memiliki jumlah kromosom tertentu (Allard, 1966). Ada makhluk yang mempunyai kromosom banyak sekali ada juga yang memiliki sedikit. Makin dekat hubungan kekebaratan (kedudukan sistematik) makhluk, makin dekat persamaan jumlah kromosomnya.  Namun tidak ada hubungan linear antara hubungan sistematik dengan banyaknya kromosom.  Meski jumlah kromosom mungkin sama pada dua organisme yang berbeda spesies, tapi tentunya tidak mungkin sama bentuk kromosomnya (Yatim, 1972). Perubahan jumlah kromosom menyediakan sumber tambahan keragaman genetik. Perubahan jumlah ini terjadi dengan penambahan atau pengurangan kromosom-kromosomnya, baik utuh atau satu set kromosom lengkap (genom).  Perbedaan-perbedaan ini bisa dilihat dalam ragam fenotipnya (Crowder, 1993).

Poliploidisasi secara alami dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti suhu, tekanan, ketinggian tempat dan sebagainya. Menurut Ayala, dkk (1984 dalam Corebima 2000) menyatakan bahwa poliploidisasi secara alami di alam ditemukan pada tumbuhan dan jarang ditemukan pada hewan. Hewan bertulang belakang (vertebrata) bereaksi negatif terhadap poliploidi. Poliploidi pada mamalia biasanya yang terjadi adalah berakhir dengan kematian pralahir. Organisme poliploid terbentuk melalui proses yang disebut induksi poliploidisasi. Pada umummnya hampir semua spesies pada setiap individunya mempunyai dua perangkat kromosom (diploid) dan sebagian ada yang mengalami perubahan jumlah perangkat kromosomnya.

 

Pengertian

Polipliodisasi adalah Proses pergantian kromosom dimana individu yang dihasilkan mempunyai lebih dari dua set kromosom. Poliploidisasi adalah usaha, proses atau kejadian yang menyebabkan individu berkromosom lebih dari satu set (Rieger et al., 1976). Poliploidisasi merupakan salah satu metode manipulasi kromosom untuk perbaikan dan peningkatan kualitas genetik ikan guna menghasilkan benih-benih ikan yang mempunyai keunggulan, antara lain: pertumbuhan cepat, toleransi terhadap lingkungan dan resisten terhadap penyakit.

Poliploidi adalah organisme yang mengalami perubahan jumlah perangkat kromosom menjadi lebih dari dua perangkat kromosom, sedangkan organisme yang mengalami perubahan perangkat kromosom menjadi satu perangkat kromosom saja disebut dengan monoploid atau haploid (Firdaus, 2002). Menurut Ayala dkk., (1984) dalam Firdaus (2002) organisme poliploidi adalah suatu organisme yang memiliki tiga atau lebih perangkat kromosom.

Polyploidi adalah organisme yang mempunyai lebih dari dua set kromosom atau genom dalam sel stomatisnya. Untuk organisme yang mempunyai jumlah kromosom dari kelipatan jumlah kromosom dasar (n) disebut haploid. Bila jumlah kromosom individu bukan merupakan kelipatan n disebut aneuploid, misalnya 2n+1 atau 2n-1. Jumlah yang lebih kecil daripada kelipatan n disebut hyperploid, sedang yang lebih besar disebut hypoploid ( Poespodarsono, 1998 ). Poliploidi adalah kondisi pada suatu organisme yang memiliki set kromosom (genom) lebih dari sepasang. Organisme yang memiliki keadaan demikian disebut sebagai organisme poliploid. Usaha-usaha yang dilakukan orang untuk menghasilkan organisme poliploid disebut sebagai poliploidisasi. Organisme hidup pada umumnya memiliki sepasang set kromosom pada sebagian besar tahap hidupnya. Organisme ini disebut diploid (disingkat 2n). Tipe poliploid dinamakan tergantung banyaknya set kromosom. Jadi, triploid (3n), tetraploid (4n), pentaploid (5n), heksaploid (6n), oktoploid, dan seterusnya. Dalam kenyataan, organisme dengan satu set kromosom (haploid, n) juga ditemukan hidup normal di alam. Autopoliploid terjadi apabila suatu spesies, karena salah satu sebab di atas, menggandakan set kromosomnya dan kemudian saling kawin dengan autopoliploid lain. Pola pembelahan sel autopoliploid rumit karena melibatkan perpasangan empat, enam, atau delapan set kromosom. Triploid karena autopoliploid dapat bersifat fertil. Allopoliploid terjadi karena persilangan antarspesies dengan genom yang berbeda tanpa diikuti reduksi jumlah sel dalam meiosis. Amfidiploid adalah allotetraploid yang perilaku pembelahan selnya serupa dengan diploid. Allopoliploidi segmental terjadi apabila sebagian kromosom berasal dari genom yang berbeda (tidak semuanya berasal dari set kromosom yang lengkap). Suatu spesies dapat bersifat diploid, meskipun dalam sejarah perkembangan evolusinya berasal dari poliploid. Spesies demikian dikenal sebagai paleopoliploid.

 

Pembahasan

Poliploidisasi pada ikan dapat dilakukan melalui perlakuan secara fisik maupun kimia. Cara fisik ini dilakukan antara lain dengan cara kejutan (shocking) suhu baik panas maupun dingin, tekanan, pressure (hydrostatic pressure), kejutan listrik dan radiasi. Sedangkan cara kimia dilakukan dengan zat-zat anti pembelahan sperti kolkisin, sitokalasin dan vncristine. Dengan  kedua cara ini maka dapat mencegah peloncatan polar bodi II atau pembelahan sel pertama pada telur terfertilisasi (Thogaar,1983; Yamazaki, 1983; Carman, dkk1992; Chepped dan Bromage, 1996).Kejutan panas merupakan teknik perlakuan fisik yang paling umum digunakan untuk menghasilkan poliploidi pada ikan (Don dan Avtalion, 1986). Perlakuan untuk menghasilkan poliploidisasi pada ikan juga mempengaruhi laju penetasan, abnormalitas, kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan. Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam perlakuan kejutan suhu pada telur, yaitu waktu awal kejutan, suhu kejutan dan lama kejutan (Don dan Avtalion, 1986). Nilai parameter tersebut berbeda untuk setiap spesies (Pandian dan Varadaraj, 1988).

Di alam, poliploid dapat terjadi karena kejutan listrik (petir), keadaan lingkungan ekstrem, atau persilangan yang diikuti dengan gangguan pembelahan sel. Perilaku reproduksi tertentu mendukung poliploidi terjadi, misalnya perbanyakan vegetatif atau partenogenesis, dan menyebar luas.

Usaha poliploidisasi buatan dilakukan dengan alasan untuk memperoleh bentuk-bentuk baru yang memiliki sifat lebih baik.  Sifat-sifat baik yang diharapkan dari bentuk poliploid antara lain adalah (Danoesastro dan Haryono, 1991):

  1. Lebih unggul, mempunyai kualitas dan kuantitas yang lebih baik
  2. Mempertahankan sifat-sifat baik dari bentuk-bentuk heterozigot
  3. Menghilangkan sterilitas karena sebab genetik
  4. Menghilangkan incompatibilitas
  5. Mendapatkan pasangan seimbang untuk spesies tetraploid yang telah ada

Mekanisme poliploidi pada makhluk hidup dibedakan berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu poliploidisasi secara alamiah dan poliploidisasi secara buatan. Poliploidisasi secara ilmiah tidak melibatkan peran, kesengajaan atau campur tangan manusia, penyebab poliploidisasi ini adalah faktor-faktor lingkungan sekitar makhluk hidup yang meliputi faktor suhu, tekanan, ketinggian tempat dan sebagainya (Firdaus, 2002). Menurut Ayala dkk. (1984) dalam Firdaus (2002) menjelaskan bahwa poliploidi secara alamiah dialam sering ditemukan pada tumbuhan dan jarang sekali ditemukan pada kelompok hewan. Poliploidi buatan pada hewan pertama kali dilakukan pada kelompok ikan Polcillidae, dengan menggunakan teknik yang masih sederhana yaitu kejutan suhu (Gustianto, 1992 dalam Firdaus 2002).

Menurut Firdaus (2002) poliplodi dapat dilakukan dengan perlakuan fisik dan kimiawi, perlakuan fisik misalnya dengan cara pemberian kejuatan panas, kejutan dingin, tekanan hidrostatik dan radiasi, sedangakan perlakuan kimiawi dengan menggunakan zat-zat anti pembelahan misalnya kolkisin. Ikan poliploidi relatif mudah diproduksi melalui pencegahan peloncatan polar bodi II atau pada pembelahan mitosis zigot dengan mempergunakan kejuatan panas (Wilkins, 1983 dan Oshiro & Takashima, 1992 dalam Mukti, 2000 dalam Firdaus, 2002). Menurut Yamazaki (1983) dan Wilkins (1983) dalam Firdaus (2002) menjelaskan pencegahan polar bodi II atau pencegahan mitosis zigot dilakukan dengan merusak gelondong pembelahan (mikrotubula) menggunakan agen penginduksi poliploidisasi. Karena mikrotubula tidak berfungsi, kromosom tidak dapat memisah menuju kutub masing-masing selama anafase. Kegagalan anafase ini menyebabkan tidak terjadinya pembelahan sel, sehingga terbentuk sel dengan jumlah kromosom atau ploidi dua kali lipat dari jumlah kromosom sel sebelumnya (Firdaus, 2002).

Pembentukan Ikan Poliploidi

Pada umumnya untuk pembentukan oragnisme baru diawali dengan proses fertilisasi antara ovum dan sperma dari dua induk, ovum terbentuk dari proses oogenesis dan sperma terbentuk dari proses spermatogenesis. Pada pembentukan ikan poliploidi tidak dapat dipisahkan dari proses fertilisasi, oogenesis dan spermatogenesis. Ovum yang telah dibuahi pada fertilisasi akan melanjutkan pembelahan meiosis II dan terbentuklah sel polar bodi II, sehingga pada zigot terdapat pronukleus jantan (1n) dan pronukleus betina (1n) yang akhirnya membentuk zigot diploid, dan selanjutnya zigot akan melakukan pembelahan mitosis (Firdaus, 2002). Proses pembentukan ikan poliploid khususnya triploid dan tetraploid berbeda dengan pembentukan ikan normal (diploid).

Pembentukan Ikan Normal (Diploid)

Mustami (2002) menjelaskan bahwa proses pembentukan ikan normal adalah dengan terjadinya fertilisasi telur ikan normal yang mempunyai 2N kromosom oleh sperma 1N kromosom akan mempunyai 3N kromosom, kemudian telur akan mengalami peloncatan polar bodi II, yaitu 1N kromosom dari telur akan meloncat keluar sehingga di dalam telur tinggal 2N kromosom yang masing-masing berasal dari kedua induknya (jantan dan betina). Proses selanjutnya adalah terjadi pembelahan sel tubuh (mitosis) kemudian embrio berkembang dan menetas menjadi ikan normal yang hanya mempunyai 2N kromosom.

Pembentukan Ikan Triploid

Triploidisasi dalam usaha budidaya dilakukan karena dua alasan yaitu pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan ikan diploid dan kerena ikan triploid ini umumnya steril. Kesterilan ini dapat mencegah gametogenesis dan menghemat pemakaian energi dan materi (Huisman, 1976). Ikan triploid bersifat steril karena kromosom homolognya tidak dapat bersinapsis untuk gametogenesis.
Akibat kondisi steril ini makanan yang seharusnya digunakan untuk perkembangan gonad dan reproduksi akan digunakan untuk pertumbuhan badan dan akibatnya berpengaruh besar kepada laju konversi makanan dan kecepatan tumbuh. Karena itu budidayanya lebih menguntungkan dibandingkan dengan budidaya ikan diploid (Thorgaard dan Gall, 1979).

Ikan triploid dapat dihasilkan dengan beberapa teknik. Dalam Chao, dkk. (1986); Johnson (1985) dalam Mustami dalam Firdaus (2002) menjelaskan ikan triploid dapat dihasilkan dengan induksi poliploidisasi misalnya dengan kejutan panas, teknik pembentukan ikan triploid semacam ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya peloncatan polar bodi II selam pembelahan meiosis II setalah terjadi fertilisasi. Dengan demikian ovum tetap mempunyai dua perangkat kromosom yang ditambah satu perangkat kromosom dari pronukleus jantan sehingga terbentuklah zigot dengan tiga set kromosom (triploid) (Firdaus, 2002).

Dari beberapa hasil penelitian, terutama pada ikan mas (Cyprinus carpio L.) disebutkan terdapat kombinasi awal antara pemberian kejutan panas, lama waktu dan intensitas suhu kejutan panas yang optimal untuk menghasilkan ikan triploid, menurut Carman, dkk. (1992) dalam Mustami (1997) pembentukan ikan triploid dilakukan dengan cara memberikan kejutan panas pada waktu 3-7 menit setelah fertilisasi. Berdasarkan atas hasil penelitiannya, Mustami (1997) menyimpulkan bahwa pemberian kejutan panas 40°C pada waktu tiga menit setelah fertilisasi selam dua menit, mempunyai efektifitas yang tinggi menghasilkan ikan triploid. Sedangkan Mukti (2000) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kejutan panas 40°C pada waktu tiga menit setelah fertilisasi selama 1,5 menit menunjukkan hasil yang optimal untuk menghasilkan ikan triploid.

Selain dengan kejuatan panas, menurut Firdaus (2002) mengatakan bahwa ikan triploid dapat dibentuk dengan mengawinkan antara induk ikan tetraploid dengan induk ikan diploid, induk ikan tetraploid akan menghasilkan gamet diploid dan induk ikan diploid menghasilkan gamet haploid, apabila terlibat dalam proses fertilisasi maka akan dihasilakn zigot triploid.

Pembentukan Ikan Tetraploid

Pada dasarnya pembentukan ikan tetraploid mempunyai prinsip yang sama dengan pembentukan ikan triploid dalam hal pemberian kejutan panas. Tetapi ada perbedaan yang pokok yaitu terletak pada waktu pemberian kejutan panas kepada telur yang telah difertilisasikan. Pada ikan triploid suhu diberikan sebelum terjadinya peloncatan polar bodi II, sedangkan ikan tetraploid kejutan panas diberikan setelah terjadinya peloncatan polar bodi II (Mustami, 1997). Lebih lanjut dijelaskan bahwa kejutan panas diberikan setelah kromosom mereplikasi dan nukleus zigot sedang terbagi dua. Kejutan panas diberikan pada zigot diploid saat atau sebelum mengalami mitosis (Penman, 1993; Rustidja, 1996 dalam Mustami, 1997). Kejutan suhu pada saat itu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pembelahan pada nukleus dan bagian sel dengan harapan kromosomnya saja yang membelah dengan kata lain mencegah pembelahan sel secara mitosis pada zigot diploid setelah terjadi penggandaan kromosom, oleh karena itu kromosom yang terbentuk setelah perlakuan kejutan panas ini menjadi 4N (tetraploid) (Mustami, 1997; Firdaus, 2002). Waktu terjadinya pembelahan zigot untuk pembentukan tetraploid ini berbeda dengan waktu peloncatan polar bodi II pada pembentukan triploid, disamping waktu yang perlu diperhatikan adalah lama pemberian kejutan panas dan besarnya suhu yang diberikan. Dari penelitian yang telah dilakukan Mustami (1997) waktu yang paling efektif yaitu pemberian kejutan panas sebesar 40°C pada menit ke 31 setelah fertilisasi selama dua menit. Sedangkan pada penelitian Mukti (2000) waktu yang digunakan untuk pemberian kejutan panas adalah 29 menit setelah fertilisasi selama 1,5 menit.

Analisis Poliploidisasi

Analisis poliploidisasi merupakan teknik penentuan tingkat ploidi untuk mengetahui ploidi dari suatu organisme. Penentuan tingkat ploidi pada ikan dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun tidak langsung. Teknik langsung merupakan metode yang dapat digunakan pada semua makhluk hidup terutama eukariotik dan merupakan teknik yang paling tepat untuk menentukan ploidi atau jumlah perangkat kromosom dibandingkan dengan teknik tidak langsung (Firdaus, 2002). Lebih lanjut dijelaskan bahwa teknik tidak langsung, penentuan ploidi atau jumlah perangkat kromosom ditentukan atas dasar kuantitas materi genetik yang diukur secara tidak langsung, prinsip penggunaan teknik tidak langsung adalah bahwa kuantitas materi genetik berhubungan dengan kuantitas karakter yang diukur.

Metode langsung dapat dilakukan dengan perhitungan jumlah kromosom dan penentuan kandungan DNA, metode tidak langsung dapat dengan pengukuran volume inti atau sel, elektrrophoresis protein, pengamatan morfologi dan perhitungan jumlah nukleolus (Thorgaard, 1983 dalam Mustami, 1997). Menurut Carman dkk. (1992) dalam Mustami (1997) terdapat hubungan antara jumlah nukleolus dengan jumlah set kromosom pada tumbuhan dan hewan. Oleh karena itu, jumlah nukleolus dapat digunakan untuk menentukan tingkat ploidi pada ikan. Alasan lain penggunaan metode nukleolus ini adalah seperti diuraikan oleh Davidson (1995) dalam Firdaus (2002) bahwa jumlah maksimal nukleolus pada setiap spesies hewan atau tumbuhan adalah tertentu, dengan demikian jumlah nukleolus pada setiap sel dari suatu organisme mempunyai kemampuan membentuk nukleolus yang maksimal sesuai dengan jumlah materi genetiknya.

Menurut Philips dkk. (1986) dalam Mustami (1997) menjelaskan bahwa individu haploid mempunyai satu nukleolus, diploid mempunyai satu atau dua nukleolus per sel, dan triploid mempunyai satu, dua atau tiga per sel dan seterusnya. Keterangan lebih lanjut menjelaskan bahawa setiap satu set kromosom hanya mengandung satu kromosom dengan satu Nucleolar Organizer Region (NOR) dan inti diploid normal menngandung dua nukleolus. Pendapat yang senada diungkapkan Carman dkk. (1991) dalam Firdaus (2002) menjelaskan satu NOR mempunyai kemampuan untuk tidak membentuk lebih dari satu nukleolus, berdasar atas pernyataan tersebut diharapkan sel diploid yang mumpunyai sepasang NOR hanya mampu membentuk maksimal dua nukleolus, sel triploid hanya mampu membetuk tiga nukleolus demikian pula pada tetraploid hanya mampu membentuk empat nukleolus. Pengertian Nucleolus Organizer Region (NOR) adalah suatu daerah disekitar kromosom yang berfungsi membentuk nukleolus, disebut juga nucleolar organizer, daerah yang berisi beberapa tempat gen pengkode ribosom RNA (RNA-r). Dalam Klug dan Cummings (1994) dalam Corebima (2000) menjelaskan Nucleolar Organizer Region (NOR) atau mikronukleus merupakan bagian kromosom tempat gen pengkode RNA-r.

Dari penjelasan di atas terdapat variasi jumlah nukleolus untuk setiap jenis ploidi, variasi ini disebabkan oleh NOR yang tidak membentuk nukleolus saat sel tidak aktif mensintesis protein, selain itu, variasi jumlah nukleolus disebabkan adanya fusi dan fisi antar nukleolus (Carman dkk., 1992 dalam Mustami, 1997; Maillet dkk., 1999 dalam Firdaus, 2002). Variasi jumlah nukleolus ini dapat dipahami bahwa fungsi nukleolus adalah sebagai pembentuk ribosom dalam hal ini berhubungan dengan proses aktifitas fisiologis setiap sel, saat tahap embrional, sel-sel aktif melakukan metabolisme sehingga jumlah nukleolus akan dibentuk secara maksimal dan bahkan dalam satu sel dapat mencapai ratusan nucleolus.

Manipulasi kromosom memungkinkan untuk memproduksi ikan yang poliploid khususnya triploid dan tetraploid, gynogenetik dan androgenetik baik homozigot maupun heterozigot. Manipulasi kromosom pada ikan merupakan salah satu strategi yang diharapkan dapat digunakan untuk memproduksi keturunan dengan sifat unggul dan kualitas genetiknya baik, seperti memiliki pertumbuhan relatif cepat, tahan terhadap penyakit, kelangsungan hidup tinggi, toleran terhadap perubahan lingkungan (suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas) dan mudah dibudidayakan (Mukti, 1999).

 

Berikut ini merupakan cara membuat ikan poliploid, yang pada akhirnya bisa didapatkan ikan diploid, triploid bahkan tetraploid :

  1. Memilih induk ikan mas
  2. Menyiapkan kolam untuk pemijahan dan menyiapkan kakaban (ijuk yang dijepit dengan dua bilah bambu)
  3. Melepaskan ikan kedalam kolam pemijahan, setelah terdapat tanda-tanda akan kawin, mengambil ikan dari kolam untuk diambil telur dan spermanya
  4. Telur ikan diambil dari induk betina dengan cara stripping, dan meletakkannya pada cawan plastic
  5. Mengambil sperma dari induk jantan dengan cara disped, kemudian melarutkannya dalam larutan fisiologis dalam tabung reaksi dengan perbandingan 9:1 (larutan fisiologis:sperma)
  6. Mengambil telur dengan menggunakan spatula (±300 butir telur) dan mengencerkannya dengan larutan ringer dan menambahkan 1 ml suspensi sperma dan mengaduknya menggunakan bulu ayam
  7. Telur yang telah difertilisasi ditebar pada kotak penetasan yang berada dalam bak penetasan
  8. Pembentukan ikan triploid adalah dengan memberi kejutan panas pada 3 menit setelah fertilisasi dengan suhu 400C selama 1,5 menit
  9. Pembentukan ikan tetraploid adalah dengan memberi kejutan panas pada 29 menit setelah fertilisasi dengan suhu 400C selama 1,5 menit
  10. Setelah ikan menetas ikan dipelihara dalam bak penetasan dan memberinya makan dengan kuning telur ayam yang direbus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mukti. A. T. dkk. 2001. Poliploidisasi Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). BIOSAIN, Vol. 1 No. 1. Universitas Brawijaya. Malang

Arsianingtyas. H. 2009. Pengaruh Suhu Panas dan Lama Waktu Setelah Pembuahan Terhadap Daya Tetas dan Abnormlitas Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya

 

 

 

 

Makanan dan Kebiasaan Makan pada udang

Makanan dan Kebiasaan Cara Memakan Macrobrachium vollenhovenii, Macrobrachium rosenbergii, dan Macrobrachium choprai.

 

PENDAHULUAN

Beberapa penelitian yang dilakukan telah banyak meneliti tentang kebiasaan dan strategi makan pada udang. Ketika menyebutkan udang dalam paper ini yang dikaji adalah udang-udang jenis Macrobrachium. Paper ini mengkaji lebih spesifik tentang makanan dan kebiasaan makan udang jenis Macrobrachium vollenhovenii, Macrobrachium rosenbergii, dan Macrobrachium choprai pada stadia dewasa.

Udang bisa berfungsi sebagai konsumen utama, konsumen sekunder dan detritivor di
perairan, oleh karena itu dapat diklasifikasikan sebagai omnivora. Sebenarnya ada fase peralihan dari udang yang awalnya pada larva bersifat karnivora hingga saat dewasa menjadi omnivora. Perubahan ini dapat diamati dari jenis makananya dan pola rahang pada udang tersebut. Namun, dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pada isi ususnya lebih banyak ditemukan jenis tumbuhan daripada hewan. Hal ini memungkinkan karena pada jaringan tumbuhan dicerna relatif lebih cepat.

Kebiasaan Makanan

Pengetahuan tentang pola makan spesies di alam adalah penting untuk pembentukan kebutuhan gizi dan interaksi dengan organisme lain. Setiap organisme dalam mendapatkan sumber makanannya diperoleh dengan cara yang berbeda. Pada krustacea, khususnya udang kebutuhan makanan ini berpengaruh pada siklus molting dan pertumbuhannya. Makanan yang telah digunakan oleh  udang akan mempengaruhi sisa persediaan makanan dan sebaliknya dari makanan yang diambilnya akan mempengaruhi pertumbuhan, kematangan bagi tiap individu serta keberhasilan hidupnya. Kualitas makanan merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan udang. Dimana kualitas makanan udang dapat diketahui lewat kebiasan makanannya.

Udang merupakan hewan omnivora penghuni dasar termasuk pemakan organisme dasar yang makanan alaminya berupa plankton, cacing, siput, kerang, ikan, moluska, biji-bijian serta tumbuh-tumbuhan. Pada M. Vollenhovenii makanan dan  kebiasaan makannya menunjukkan bahwa plankton merupakan makanan utamanya. Jenis plankton yang biasa dimakan diantaranya adalah Chlorophyta, Euglenophyta, Xantophyta, Chrysophyta, Cladocera, Copepoda, Protozoa, Dinoflagellata dan Diatom. Sebagian jenis serangga dan organisme tak dikenal beserta butiran pasir dan biji-bijian juga ditemukan. Organisme yang tidak dikenal yang mungkin merupakan bagian dari materi detritus juga banyak ditemukan. Udang merupakan pemakan hewan kecil atau bentik. Chlorophyta dan Baciolaryphyta (diatom) menjadi makanan paling dominan dari udang. Namun yang perlu diwaspadai adalah saat keadaan udang cukup lapar mereka bisa menjadi kanibal pada sesamanya, bahkan udang dewasa yang sedang proses ganti cangkang dimakan juga. Maka untuk menghindari kanibalisme ini, pada tempat budidaya udang selalu diberi makanan supaya sifat kanibalismenya dapat dikendalikan.

Beberapa pendapat yang menyatakan bahwa udang dewasa termasuk kedalam kelompok omnivora merupakan suatu hal yang benar adanya. Melihat faktanya bahwa hewan ini hidup dipengaruhi oleh ketersediaan pakan di habitatnya. Udang bisa menyesuaikan diri untuk kelangsungan hidupnya dengan cara memakan baik hewan maupun tumbuhan yang ada di sekitar.

Strategi dan Kebiasaan Cara Memakan

Udang mengambil makanannya dari dasar habitatnya atau dari fauna terkait yang terendam vegetasi pantai di badan air. Udang memiliki pergerakan yang terbatas dalam mencari makanan dan mempunyai sifat dapat menyesuaikan diri terhadap makanan yang tersedia lingkungannya. Udang bersifat nocturnal artinya aktif mencari makan pada malam hari atau apabila intensitas cahaya berkurang. Sedangkan pada siang hari yang cerah lebih banyak pasif,  berbenam diri dalam lumpur, di balik batu, karena udang-udang jenis ini tidak menyukai sinar matahari.

Udang memakan makananya dengan cara menangkapnya kemudian dicerna. M. Rosenbergii yang diberi makan dengan ukuran yang beraneka ragam, menunjukkan hasil bahwa udang dapat menangkap dan mencerna makanan tersebut ke ukuran yang sesuai dengan kapasitas konsumsi mereka. Sehingga disini ukuran makanan tidak menjadi batasan untuk jenis makanannya. Hal lainnya seperti konsistensi, tekstur dan kepadatan dari makanan tersebut dapat mempengaruhi  pilihan dari konsumsi udang.

Makanan yang mengandung senyawa organik, seperti protein, asam amino, dan asam lemak maka udang akan merespon dengan cara mendekati sumber pakan tersebut. Saat mendekati sumber pakan, udang akan berenang menggunakan kaki jalan yang memiliki capit. Pakan langsung dijepit menggunakan capit kaki jalan, kemudian dimasukkan ke dalam mulut. Selanjutnya, pakan yang berukuran kecil masuk kedalam kerongkongan (esophagus). Bila pakan yang dikonsumsi berukuran lebih besar, akan dicerna secara kimiawi terlebih dahulu oleh maxilliped 

di dalam mulut. Sementara mengerat atau mengunyah, kaki lainnya mencari dan memegang makanan lain yang siap dimakan juga.  Kaki udang ini dilengkapi sensor aktif dan sensitif yang mampu mendeteksi makanannya. Bila kita telusur seksama kebiasaan cara memakan udang ini, tidaklah aneh bila dikatakan udang termasuk hewan rakus. Saat masih mengunyah saja capitnya sudah siap sedia untuk memasukkan makanan yang selanjutnya.

Periode makan udang terjadi 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore atau malam hari. Intensitas makan akan mengalami  peningkatan pada ukuran udang yang semakin besar dan dewasa. Intensitas makanan yang ada pada usus udang yang diberi atau memperoleh makan secara aktif menunjukkan isi perut terisi sebanyak tiga per empat hingga setengah penuh, sementara isi perut yang hanya seperempat menunjukkan intensitas makan yang kurang atau tidak cukup.

 Dari isi usus M. vollenhovenii terungkap bahwa, meskipun udang makan berbagai jenis makanan, namun menunjukkan  ganggang sebagai bagian yang mendominasi. Hal ini sesuai pula dengan pernyataan  Lee et al. (1980), Murthy dan Rajagopal (1990), Roy dan Singh (1997), Collins dan Paggi (1998), Albertoni dkk. (2003) dan Sharma dan Subba (2005) yang melaporkan bahwa udang Macrobrachium sp. adalah omnivora dan makanan mereka termasuk alga, detritus, bagian serangga, sebagian tumbuhan dan hewan lainnya. Udang betina dewasa banyak mengkonsumsi ganggang hijau dan filamanteous yang menunjukkan bahwa udang dewasa tidak selalu bottom feeder. Sedangkan pada betina yang belum dewasa banyak ditemukan krustacea pada isi ususnya.

Beberapa contoh makanan udang yang  terdiri dari fitoplankton, zooplankton, hewan bentik  menunjukkan korelasi dengan musim yang sedang berlangsung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis makanan ini tergantung pada musimnya. Pada musim hujan makanan yang dominannya adalah fitoplankton. Begitu sebaliknya, dimana zooplankton mendominasi saat musim kemarau. Kondisi musim ternyata menjadi bagian penting juga yang perlu diketahui yang mempengaruhi kebiasan makan dari udang. Pada musim hujan,  makanannya terkait dengan perubahan mendadak kondisi ekologi lingkungannya. Saat  musim hujan bila diamati isi makanan perut udang lebih lengkap dibandingkan musim kemarau yang isi perutnya kosong. Pada musim hujan intensitas makan udang lebih tinggi. Jenis makanan yang banyak ditemukan yaitu tumbuhan, tetapi pada saat air perairan surut terendah pakan utamanya bergeser ke jenis pakan berupa hewan seperti serangga, cacing dan moluska.

Strategi makan udang dalam memanfaatkan pakan yang tersedia adalah rnemanfaatkan pakan yang berlimpah dan mudah didapat. Hal tersebut berarti udang tersebut mampu rnemanfaatkan potensi makanan, pada kasus yang ada di Waduk Darma udang memanfaatkan serasah dan organisme hewan sebagai makanannya yang belurn termanfaatkan secara optimal oleh komunitas ikan yang ada. Kondisi lain, selama musim pemijahan aktivitas makan pada udang rendah serta frekuensinya menurun.

Penelitian yang dilakukan oleh Wassenberg (1992) menunjukkan bahwa sebelum siklus molting udang cenderung memilih molusca untuk makanannya. Menurut pandangan penulis, hal ini berlandaskan pada kebutuhan protein udang, dimana saat molting kebutuhan energi cukup besar sehingga sebagai persiapan proses tersebut pemilihan jenis makanan tertuju pada molusca yang mengandung protein tinggi untuk sumber energi. Lain halnya pada saat molting, udang lebih memilih krustacea sebagai makanannya, bahkan cenderung untuk tidak makan. Hal ini diduga karena udang terlalu lemah untuk makan. Berpijak pada hal-hal tersebut, terdapat banyak komponen penting yang tidak boleh dilupakan bagi kecukupan makan udang yang harus dipenuhi, karena berkaitan dengan siklus molting, reproduksi, pertumbuhan, yang keseluruhannya penting bagi kelangsungan hidup udang tersebut.

Dari beberapa jurnal penelitian yang telah dikaji ini, dapat disimpulkan bahwa udang jenis M. Vollenhovenii, M. Rosenbergii dan M. Choprai dianggap sebagai euryphagous,
makan setiap jenis makanan dan dapat dengan mudah menemukan
makanannya dalam kondisi yang tidak melimpah sekalipun. Strategi makan udang dengan cara memanfaatkan berbagai jenis pakan yang tersedia, menyebabkan energi yang digunakan untuk mencari makan relatif rendah, sehingga pertumbuhan udang relati lebih cepat. Hal ini mengakibatkan udang dapat memanfaatkan tumbuhan ataupun hewan yang hidup ditempatnya termanfaatkan secara optimal. Kebiasaan makanan dan cara memakan pada udang ini secara alami bergantung pada lingkungan tempat hidupnya.


Daftar Pustaka

Hadie. W, Hadie. E. Lies, Muljanah Ijah dan Murniyati. 2001. Tingkah Laku Makan dan Molting Pada Udang. Prosiding Penelitian Budi Daya Udang Galah. Pusat Riset Perikanan Budidaya.

Hendro, Didik Wahyu dan Sri Endah Purnamatingtyas. 2006. Kebiasaan Makan dan Strategi Makan Udang Galah Hasil Penebaran di Waduk Darma. Prosiding Seminar Nasional Ikan.

Jimoh A. Abayomi, Edwin O. Clarke, Olusegun O. Whenu dan Haleemah B. Adeoye. Food and feeding habits of the African river prawn (Macrobrachium vollenhovenii, Herklots, 1857) in Epe Lagoon, southwest Nigeria. 2011. International Journal of Fisheries and Aquaculture. Vol. 3(1), pp. 10-15.

Prakash Sfiree dan G.P. Acarwal. 1989. A Report on Food and Feeding Habits of Freshwater Prawn, Macrobrachium choprai. Indian J. Fish., 36 (3): 221 – 226.

Roy, D and S.R. Singh. 1997. The Food and Feeding Habits of Freshwater Prawn Macrobrachium choprai. Asian Fisheries Science. Vol. 10 : 51-63.

 

 

 

           

Jodoh

. Jodoh itu rahasia ALLAH . . .
– SEKUAT apapun kita setia . .
– SELAMA apapun kita menunggu . .
– SEJUJUR apapun kita menerima kekasih kita . .

. Jika ALLAH tidak menulis JODOH kita dengan kekasih kita…
. Kita TETAP tidak akan bersamanya…
. THINK POSITIVE & Terimalah takdir-Nya…

: Karena tulang rusuk dan Pemiliknya ..
: TAK AKAN pernah tertukar ..
: dan akan bersama PADA SAATNYA ..

INSYAALLAH … Amin ^_^

Papa, ayah, bapak, abah.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

 

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….Tapi sadarkah kamu?Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

 

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

 

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

 

Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

 

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?”Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

 

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara.Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

 

Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

 

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….Papa telah menyelesaikan tugasnya….Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..